Majelis Manaqib MT. Kanzul Hidayah Krapyak Wetan Meriahkan Haul ke-7 KH. Muhadi Zainuddin

  • Jumat, 26 Juni 2026
  • 10 views

PPM.ALHADI–Yogyakarta (Kamis, 18 Juni 2026 M/03 Muharram 1448 H) – Dalam rangka memperingati Haul ke-7 Al-Maghfurlah KH. Muhadi Zainuddin bin KH. Zainuddin Chirzhin, Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Al-Hadi Yogyakarta bersama Majelis Taklim Kanzul Hidayah Krapyak Wetan menyelenggarakan kegiatan Majelis Manaqib pada Kamis malam (18/6) di Pendopo Sholawat PPM Al-Hadi Yogyakarta.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut dihadiri oleh keluarga besar Yayasan Al-Hadi Yogyakarta, jamaah Majelis Taklim Kanzul Hidayah, para santri, alumni, serta masyarakat sekitar. Majelis ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam peringatan Haul ke-7 KH. Muhadi Zainuddin sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya meneladani perjuangan dan nilai-nilai keteladanan beliau.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Manaqib Syaikh Abdul Qadir al-Jailani yang berlangsung dengan penuh khidmat. Lantunan doa, dzikir, dan pujian kepada Allah SWT menggema di seluruh area pendopo, menciptakan suasana spiritual yang hangat dan penuh kekhusyukan. Rangkaian acara selanjutnya diisi dengan pembacaan Maulid Diba’ yang dibawakan secara merdu oleh tim hadrah Al-Hadi.

Pengasuh PPM AL-Hadi, Abah Anis Mashduqi menyampaikan bahwa majelis ini hanyalah bagian dari rangkaian panjang Haul ke-7 Al-Maghfurlah KH. Muhadi Zainuddin. Rangkaian kegiatan haul akan terus berlanjut hingga puncak acara pada Juli mendatang, yang meliputi jalan sehat, cek kesehatan gratis, Bahtsul Masail, ngaji kilatan bersanad, bazar buku, hingga ditutup dengan Ziarah Akbar dan Manaqib pada 20 Juli 2026.

Pada kesempatan tersebut, mauidhah hasanah disampaikan oleh KH. M. Ikhsanudin, M.S.I dari IIQ An-Nur Yogyakarta. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga semangat menuntut ilmu, memperkuat keimanan, serta melestarikan tradisi keagamaan yang telah diwariskan oleh para ulama terdahulu.

Menurut beliau, majelis manaqib tidak sekadar menjadi sarana mengenang sosok ulama, tetapi juga momentum untuk mengambil pelajaran dan meneladani akhlak serta perjuangan mereka dalam berdakwah.

KH. M. Ikhsanudin juga mengingatkan jamaah tentang pentingnya mempersiapkan bekal amal yang akan terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia. Beliau mengutip sabda Rasulullah SAW:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim no. 3084).

Dalam pandangan beliau, Al-Maghfurlah KH. Muhadi Zainuddin merupakan sosok yang telah memenuhi ketiga amalan tersebut. Berbagai lembaga pendidikan dan sarana kemaslahatan yang beliau rintis menjadi bentuk sedekah jariyah yang manfaatnya terus dirasakan hingga kini.

Selain itu, ilmu yang beliau ajarkan kepada para santri, putra-putri, menantu, serta masyarakat luas terus berkembang dan memberikan manfaat lintas generasi. Putra-putri dan keluarga yang beliau didik dengan penuh keteladanan pun senantiasa melanjutkan perjuangan serta tidak pernah putus mendoakan beliau.

Penyelenggaraan majelis ini tidak hanya menjadi sarana untuk mengenang jasa-jasa Al-Maghfurlah KH. Muhadi Zainuddin, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh jamaah agar senantiasa meninggalkan jejak kebaikan yang terus mengalir manfaatnya bagi umat.

Semangat keilmuan, keikhlasan, dan pengabdian yang diwariskan beliau diharapkan dapat terus hidup dan menjadi inspirasi bagi santri serta masyarakat luas.

Rangkaian majelis ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan, kesehatan, dan keteguhan iman bagi keluarga besar pesantren maupun masyarakat luas dalam meneladani napak tilas perjuangan KH. Muhadi Zainuddin.

Lantunan manaqib, dzikir, dan doa yang terpanjat sepanjang majelis diharapkan menjadi wasilah keberkahan serta mempererat kecintaan jamaah kepada Rasulullah SAW, sekaligus meneguhkan semangat untuk melanjutkan perjuangan para ulama.

Oleh: PPM Alhadi

Admin Pesantren Pelajar dan Mahasiswa Al-Hadi, Arumdalu, Krapyak Wetan, RT 08, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY

Hubungi Kami

Hubungi Kami jika Anda membutuhkan bantuan, atau informasi seputar PPM Al-Hadi, Kami akan dengan senang hati membantu Anda