Mengenal Maulid Al-Hasyimi, Kitab Shalawat Nusantara yang Lahir dari Khalwat Ijbari

  • Sabtu, 3 Januari 2026
  • 270 views

PPM.ALHADI– Didahului dengan ber-khidmah kepada Maulid Simtudduror dan AlBarzanji, terlahir Maulid AlHasyimi ini. Apakah merupakan hadiah dari Imam Ali AlHabsyi dan Imam Ja’far AlBarzanji ?. Hampir mustahil dibuktikan, kecuali bagi orang-orang yang percaya bahwa para Auliya’ tetap senantiasa andil di tengah hiruk pikuk kehidupan umat manusia.

Bagaimana jika diteliti isinya ? Jelas akan ditemukan kesamaan-kesamaan antara AlHasyimi dengan Simtudduror & AlBarzanji. Karena berkat ber-khidmah tersebut adalah pendalaman materi dan metode penulisan Kitab Maulid yang kemudian mendorong untuk menulis sebuah kitab baru.

Pada Shalawat Iftitahiyyah, kalimat: يا رب صل عل محمد – يا رب صل عليه وسلم merupakan bait yang diulang ulang. Demikian juga kalimat:
يا نبي سلام عليك – يا رسول سلام عليك – يا حبيب سلام عليك – صلوات الله عليك
pada Mahallul Qiyam. Dan kesamaan terbesar adalah dalam menukil bait-bait milik pemimpin para pemuji Nabi yaitu Imam AlBushairi dalam istidlal (memberi dalil) bagi rawi-rawi.

Alhamdulillah, pada tanggal 30/11/2025 Doktor Muhammad Anis Masduqi telah menghaturkan Maulid AlHasyimi kepada Baginda Nabi SAW dalam kesempatan Ziarah Suci. Di Rawdah & Masjid Nabawi, beliau membaca seluruh isi kitab yang pada waktu itu masih 29 Rawi. Pada kesempatan itulah beliau mendapatkan wisik yang kuat & didawuhkannya: “ini masih berat, silahkan lebih diringkas lagi”.

Kisah kesembuhan AlBushoiri dari lumpuh fisik tak dapat dipisahkan dari karya agungnya, Burdah. Ternyata kondisi lumpuh adalah Khalwat Ijbari (menyendiri terpaksa) yang jika kata “terpaksa” mampu diolah dengan sebaik-baiknya, maka mungkin didapatkan ide-ide yang cemerlang.

Kitab Maulid AlHasyimi usai ditulis pada hari Senin 30 Rabiul Awal 1447 H atau 22 September 2025. Dan perjalanan khidmah bagi kitab-kitab maulid diatas terlaksana dalam masa pemulihan diri dari kondisi stroke yang melumpuhkan setengah badan pada Senin 1 Februari 2021.

Konon, terlahirnya burdah terjadi di masa lumpuhnya umat islam karena penjajahan Mongolia. Kemudian Burdah menjadi bait-bait tawassul kepada Nabi yang berkat syafaatnya penjajahan mongolia itu usai. Sehingga kondisi umat pun kembali normal.

Semula diperkirakan Maulid AlHasyimi akan menjadi sebuah kitab yang menandai puncak kejayaan NU. Karena pada tanggal 8 Oktober 2025 Doktor Anis Masduqi menyampaikan kabar gembira dari Gus Hilmy bahwa beliau dawuh agar di-launching pada Harlah 1 Abad NU 31/1/2026.

Namun ternyata tiba-tiba dan persis 2 bulan setelah usai penulisan, yaitu sejak tanggal 22 November 2025 hingga artikel ini ditulis, NU sebagai sebuah Jamiyyah berada dalam kondisi fitnah yang teramat memprihatinkan. Sehingga apabila boleh berharap, maka semoga perpaduan antara ilmu Hadratus Syeikh Hasyim Asy’ari dengan ilmu Imam AlBushairi dalam Kitab Maulid AlHasyimi dapat mendatangkan syafaat Nabi bagi terselesaikannya konflik yang sedang terjadi.

Kitab Maulid AlHasyimi yang sedang kita bahas ini merupakan ringkasan dan format ulang sebuah kitab Sirah Nabawiyah karya Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari berjudul AnNur AlMubin Fi Mahabbati Sayyidil Mursalin yang berisi 29 Bab menjadi sebuah Kitab Maulid yang terdiri dari:

  • 1 Shalawat Pembukaan.
  • 1 Syiir Mahallul Qiyam.
  • 1 Shalawat Penutupan.
  • 9 Rawi sebelum Mahallul Qiyam.
  • 9 Rawi setelah Mahallul Qiyam.
  • 9 Qasidah di sela-sela Rawi.

Terakhir, ucapan jazakumullahu khairan yang paling tulus bagi orang-orang yang telah Alloh kirimkan untuk menyemangati serta memberikan kritik & saran hingga sempurnanya kitab. Mereka tak dapat disebutkan satu per satu. Namun, diantaranya dan secara urutan linimasa adalah sebagai berikut:

  1. KH Ahmad Ashof beserta seluruh santri dan jamaah Pondok Pesantren Assalafiyah Darussalam Wonosari Gunungkidul.
  2. KH Sarjito beserta seluruh jamaah pengajiannya di Panggang Gunungkidul.
  3. Doktor KH Anis Masduqi beserta seluruh santri dan jamaah PPM AlHadi Krapyak Wetan Bantul.
  4. Romo Kiai Haji Ahmad Zabidi Marzuki Giriloyo Bantul.
  5. Ning Yenny Wahid beserta seluruh jamaah Majlis Shalawat Gus Dur AtTanwir AlHasyimi.
  6. Doktor KH Abdul Moqhsith Ghazali.
  7. Doktor KH Hilmy Muhammad.
  8. Gus Sholeh Ilham Pengasuh Langgar ArRawdah Yogyakarta

“Ini adalah karya Mbah Hasyim, saya hanya meringkasnya”.

Oleh: PPM Alhadi

Admin Pesantren Pelajar dan Mahasiswa Al-Hadi, Arumdalu, Krapyak Wetan, RT 08, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY

Hubungi Kami

Hubungi Kami jika Anda membutuhkan bantuan, atau informasi seputar PPM Al-Hadi, Kami akan dengan senang hati membantu Anda