{"id":1184,"date":"2025-10-16T12:43:29","date_gmt":"2025-10-16T05:43:29","guid":{"rendered":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/?p=1184"},"modified":"2025-10-16T12:43:30","modified_gmt":"2025-10-16T05:43:30","slug":"takdzim-yang-disalahpahami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/","title":{"rendered":"Takdzim yang Disalahpahami"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>PPM.ALHADI\u2013<\/strong>Dalam beberapa hari terakhir, publik pesantren kembali dibuat gerah oleh tayangan salah satu program televisi nasional di Trans7 yang dianggap melecehkan martabat pesantren. Dalam tayangan itu, sosok guru agama digambarkan secara karikatural\u2014seolah-olah lucu, tapi bagi kalangan santri dan kiai, itu adalah penghinaan terhadap tatanan adab.<\/p>\n\n\n\n<p>Anggota DPD RI asal DIY, Dr. H. Hilmy Muhammad (Gus Hilmy), dengan tegas menyatakan bahwa tayangan tersebut \u201cmelukai martabat pesantren dan menyesatkan pemahaman publik tentang relasi santri dan kiai.\u201d<br>Tapi di balik kegaduhan ini, sesungguhnya ada refleksi yang lebih dalam dan penting &#8211; masyarakat kita tampaknya belum memahami perbedaan antara takdzim dan feodalisme.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam tradisi pesantren, takdzim bukan sekadar sopan santun. Ia adalah adab spiritual yang menyatukan cinta, ilmu, dan kerendahan hati. Pendiri Nahdlatul Ulama, KH. Hasyim Asy\u2019ari, dalam kitab klasiknya Adab al-\u2018Alim wa al-Muta\u2018allim, menulis:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-pullquote\"><blockquote><p>\u201cTakdzim itu mengagungkan guru dengan adab, bukan menyembahnya. Siapa yang menjadikan gurunya seperti Tuhan, maka ia telah sesat.\u201d<\/p><cite>KH. Hasyim Asy\u2019ari, dalam kitab klasiknya Adab al-\u2018Alim wa al-Muta\u2018allim<\/cite><\/blockquote><\/figure>\n\n\n\n<p>Kata \u201cmengagungkan\u201d di sini bukan bermakna kultus, melainkan menghargai ilmu dan sanad keilmuannya. Santri tunduk bukan karena takut, tapi karena paham bahwa keberkahan ilmu lahir dari adab kepada guru.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pandangan Islam, hubungan guru dan murid adalah relasi ruhani, bukan relasi kuasa. Guru menuntun dengan kasih, murid menghormati dengan cinta. Takdzim dalam pesantren adalah bentuk syukur terhadap ilmu\u2014bukan penyerahan diri yang membunuh nalar.<\/p>\n\n\n\n<p>Takdzim Tak Mematikan Akal<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, seperti disindir oleh KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur):<br>\u201cFeodalisme di tubuh umat Islam muncul ketika takdzim kehilangan ruh keilmuannya, dan hanya menyisakan bentuk luar penghormatan tanpa pemahaman.\u201d<br>Ketika rasa hormat berubah menjadi rasa takut<br>ketika loyalitas lahir bukan karena kebenaran tetapi karena status, maka di situlah takdzim bergeser menjadi feodalisme.<\/p>\n\n\n\n<p>Feodalisme adalah bentuk penghormatan yang kehilangan akal sehat. Ia menjadikan guru, kiai, atau pemimpin sebagai pusat kuasa yang tak boleh dikritik. Akibatnya, pesan moral dan spiritual dalam hubungan guru-murid menjadi beku, terhenti pada simbol-simbol kosong.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) menegaskan:<br>\u201cTakdzim itu bukan mematikan akal. Santri hormat kepada kiai, tapi juga berpikir kritis. Kalau semua diserahkan tanpa berpikir, itu bukan adab \u2014 itu perbudakan batin.\u201d<br>Pesan ini mengingatkan bahwa takdzim sejati justru membebaskan manusia dari keangkuhan ego, bukan menjerumuskannya dalam kepatuhan<br>buta.<\/p>\n\n\n\n<p>Antara Budaya Adab dan Struktur Feodal<br>Dalam konteks sosial-budaya Jawa, fenomena takdzim sering bercampur dengan warisan hierarki tradisional.<br>Rasa sungkan yang berlebihan, sikap \u201ctidak enak\u201d mengoreksi yang lebih tua, atau pandangan bahwa kiai \u201ctidak mungkin salah\u201d, adalah ekspresi kultural yang mudah bergeser dari adab menuju feodalisme.<br>Padahal Islam telah menegaskan prinsip kesetaraan spiritual:<br>\u201cSesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa.\u201d<br>(QS. Al-Hujurat: 13)<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Ayat ini menjadi penegasan bahwa takdzim bukan berarti meniadakan kesetaraan. Semua manusia sejajar di hadapan Allah; yang membedakan hanyalah tingkat takwa dan keilmuannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara lahiriah, keduanya sering tampak mirip.<br>Santri menundukkan kepala di hadapan kiai, mencium tangan, atau berbicara dengan suara lembut. Namun, makna batin di balik gestur itu sangat menentukan.<br>Jika santri menunduk karena cinta dan hormat kepada ilmu, itu adalah takdzim. Tapi jika tunduk karena takut pada kuasa, itu adalah feodalisme.<br>Mencium tangan kiai bisa menjadi tabarrukan (mengharap berkah), tapi bisa juga menjelma menjadi praktik feodal bila disertai keyakinan bahwa kiai tak boleh dikritik sama sekali.<br>Dalam takdzim, tubuh merendah karena jiwa sedang meninggi.<br>Dalam feodalisme, tubuh merendah karena jiwa sedang dipaksa tunduk.<\/p>\n\n\n\n<p>Teladan Takdzim Sejati<\/p>\n\n\n\n<p>Sejarah Islam memberikan contoh agung tentang bagaimana takdzim tumbuh dalam ruang dialog.<br>Para sahabat Nabi SAW sangat menghormati Rasulullah, namun tetap berani berpikir dan berdiskusi.<br>Umar bin Khattab berbeda pendapat dengan Nabi dalam strategi Perang Badar. Salman al-Farisi bahkan mengusulkan taktik parit (khandaq) yang akhirnya diterima Nabi.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasulullah tidak marah. Sebaliknya, beliau mengajarkan bahwa adab sejati adalah berpikir dengan hormat.<br>Takdzim dalam Islam bukan tunduk tanpa nalar, tetapi hormat dengan akal sehat.<\/p>\n\n\n\n<p>Kasus Trans7: Cermin Salah Paham<\/p>\n\n\n\n<p>Tayangan Trans7 yang memelesetkan relasi santri dan kiai sesungguhnya lahir dari ketidaktahuan terhadap nilai takdzim.<br>Bagi sebagian masyarakat luar pesantren, hubungan santri dan kiai tampak seperti feodal\u2014tunduk, patuh, mencium tangan. Tapi bagi yang memahami ruhnya, itu adalah ekspresi cinta, bukan ketakutan.<br>Ketika media mengabaikan konteks spiritual ini, maka yang muncul hanyalah stereotip: kiai yang otoriter, santri yang bodoh, pesantren yang kolot.<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal, di balik simbol-simbol itu hidup peradaban adab \u2014 sesuatu yang justru sangat dibutuhkan di tengah dunia yang serba kasar dan banal hari ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Takdzim adalah akar keilmuan Islam Nusantara. Ia menumbuhkan generasi yang hormat, beradab, dan berilmu.<br>Sementara feodalisme adalah hantu sosial yang menindas: ia membungkam nalar dan menjadikan kebenaran milik mereka yang berkuasa.<br>Maka tugas pesantren hari ini bukan sekadar menjaga tradisi, tapi menjaga ruh adab agar tak terjebak menjadi struktur kuasa.<br>Sebagaimana pesan Gus Dur &#8211; \u201cTradisi itu bukan untuk dipertahankan mati-matian, tapi untuk dikembangkan dengan jiwa.\u201d Dan jiwa dari takdzim sejati adalah cinta \u2014 bukan ketakutan. ***<\/p>\n\n\n\n<p>*) Penulis adalah aktivis Pesantren &#8211; alumni Sosiologi UGM<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-post-author\"><div class=\"wp-block-post-author__avatar\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"https:\/\/cdn.webane.net\/alhadi\/2\/cropped-logo-ppm-alhadi-200x200.png\" class=\"avatar avatar-48\" height=\"48\" width=\"48\"\/><\/div><div class=\"wp-block-post-author__content\"><p class=\"wp-block-post-author__byline\">Yuliantoro<\/p><p class=\"wp-block-post-author__name\">PPM Alhadi<\/p><\/div><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PPM.ALHADI\u2013Dalam beberapa hari terakhir, publik pesantren kembali dibuat gerah oleh tayangan salah satu program televisi<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1185,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[173,268,360,8,363,362,368,369,370,30,75,46,90,361,366,367,365],"class_list":["post-1184","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-1446h","tag-268","tag-aktivissantri","tag-artikel","tag-feodalisme","tag-gurukami","tag-kawal","tag-narasikita","tag-narasisantri","tag-santri","tag-santriindonesia","tag-santrikrapyak","tag-santrinusantara","tag-takdzim","tag-taklim","tag-tindasan","tag-trans7"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Takdzim yang Disalahpahami - ppm.alhadi.or.id<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dalam beberapa hari terakhir, publik pesantren kembali dibuat gerah oleh tayangan salah satu program televisi nasional di Trans7 yang dianggap melecehkan martabat pesantren.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Takdzim yang Disalahpahami - ppm.alhadi.or.id\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam beberapa hari terakhir, publik pesantren kembali dibuat gerah oleh tayangan salah satu program televisi nasional di Trans7 yang dianggap melecehkan martabat pesantren.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ppm.alhadi.or.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-16T05:43:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-16T05:43:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cdn.webane.net\/alhadi\/2\/takdzim.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"563\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"PPM Alhadi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"PPM Alhadi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/\"},\"author\":{\"name\":\"PPM Alhadi\",\"@id\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/#\/schema\/person\/59702ed931a9f0d75cbc8eaffbbdeeab\"},\"headline\":\"Takdzim yang Disalahpahami\",\"datePublished\":\"2025-10-16T05:43:29+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-16T05:43:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/\"},\"wordCount\":804,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn.webane.net\/alhadi\/2\/takdzim.jpg\",\"keywords\":[\"1446H\",\"2025\",\"aktivissantri\",\"Artikel\",\"Feodalisme\",\"gurukami\",\"kawal\",\"narasikita\",\"narasisantri\",\"Santri\",\"SantriIndonesia\",\"santrikrapyak\",\"SantriNusantara\",\"takdzim\",\"taklim\",\"tindasan\",\"trans7\"],\"articleSection\":[\"Artikel\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/\",\"url\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/\",\"name\":\"Takdzim yang Disalahpahami - ppm.alhadi.or.id\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn.webane.net\/alhadi\/2\/takdzim.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-16T05:43:29+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-16T05:43:30+00:00\",\"description\":\"Dalam beberapa hari terakhir, publik pesantren kembali dibuat gerah oleh tayangan salah satu program televisi nasional di Trans7 yang dianggap melecehkan martabat pesantren.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn.webane.net\/alhadi\/2\/takdzim.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn.webane.net\/alhadi\/2\/takdzim.jpg\",\"width\":1000,\"height\":563,\"caption\":\"media_ppm_al-Hadi_Yogyakarta\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Takdzim yang Disalahpahami\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/\",\"name\":\"ppm.alhadi.or.id\",\"description\":\"Pesantren Pelajar dan Mahasiswa Al-Hadi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/#organization\",\"name\":\"ppm.alhadi.or.id\",\"url\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/cdn.webane.net\/alhadi\/2\/logo-ppm-alhadi-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn.webane.net\/alhadi\/2\/logo-ppm-alhadi-1.png\",\"width\":400,\"height\":97,\"caption\":\"ppm.alhadi.or.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/#\/schema\/person\/59702ed931a9f0d75cbc8eaffbbdeeab\",\"name\":\"PPM Alhadi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d752f38469b8a5ba9acf305df206ae84?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d752f38469b8a5ba9acf305df206ae84?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"PPM Alhadi\"},\"description\":\"Admin Pesantren Pelajar dan Mahasiswa Al-Hadi, Arumdalu, Krapyak Wetan, RT 08, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY\",\"sameAs\":[\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\"],\"url\":\"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/author\/admalhadi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Takdzim yang Disalahpahami - ppm.alhadi.or.id","description":"Dalam beberapa hari terakhir, publik pesantren kembali dibuat gerah oleh tayangan salah satu program televisi nasional di Trans7 yang dianggap melecehkan martabat pesantren.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Takdzim yang Disalahpahami - ppm.alhadi.or.id","og_description":"Dalam beberapa hari terakhir, publik pesantren kembali dibuat gerah oleh tayangan salah satu program televisi nasional di Trans7 yang dianggap melecehkan martabat pesantren.","og_url":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/","og_site_name":"ppm.alhadi.or.id","article_published_time":"2025-10-16T05:43:29+00:00","article_modified_time":"2025-10-16T05:43:30+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":563,"url":"https:\/\/cdn.webane.net\/alhadi\/2\/takdzim.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"PPM Alhadi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"PPM Alhadi","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/"},"author":{"name":"PPM Alhadi","@id":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/#\/schema\/person\/59702ed931a9f0d75cbc8eaffbbdeeab"},"headline":"Takdzim yang Disalahpahami","datePublished":"2025-10-16T05:43:29+00:00","dateModified":"2025-10-16T05:43:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/"},"wordCount":804,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn.webane.net\/alhadi\/2\/takdzim.jpg","keywords":["1446H","2025","aktivissantri","Artikel","Feodalisme","gurukami","kawal","narasikita","narasisantri","Santri","SantriIndonesia","santrikrapyak","SantriNusantara","takdzim","taklim","tindasan","trans7"],"articleSection":["Artikel"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/","url":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/","name":"Takdzim yang Disalahpahami - ppm.alhadi.or.id","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn.webane.net\/alhadi\/2\/takdzim.jpg","datePublished":"2025-10-16T05:43:29+00:00","dateModified":"2025-10-16T05:43:30+00:00","description":"Dalam beberapa hari terakhir, publik pesantren kembali dibuat gerah oleh tayangan salah satu program televisi nasional di Trans7 yang dianggap melecehkan martabat pesantren.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/#primaryimage","url":"https:\/\/cdn.webane.net\/alhadi\/2\/takdzim.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn.webane.net\/alhadi\/2\/takdzim.jpg","width":1000,"height":563,"caption":"media_ppm_al-Hadi_Yogyakarta"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/artikel\/takdzim-yang-disalahpahami\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Takdzim yang Disalahpahami"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/#website","url":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/","name":"ppm.alhadi.or.id","description":"Pesantren Pelajar dan Mahasiswa Al-Hadi","publisher":{"@id":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/#organization","name":"ppm.alhadi.or.id","url":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/cdn.webane.net\/alhadi\/2\/logo-ppm-alhadi-1.png","contentUrl":"https:\/\/cdn.webane.net\/alhadi\/2\/logo-ppm-alhadi-1.png","width":400,"height":97,"caption":"ppm.alhadi.or.id"},"image":{"@id":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/#\/schema\/person\/59702ed931a9f0d75cbc8eaffbbdeeab","name":"PPM Alhadi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d752f38469b8a5ba9acf305df206ae84?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d752f38469b8a5ba9acf305df206ae84?s=96&d=mm&r=g","caption":"PPM Alhadi"},"description":"Admin Pesantren Pelajar dan Mahasiswa Al-Hadi, Arumdalu, Krapyak Wetan, RT 08, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY","sameAs":["https:\/\/ppm.alhadi.or.id"],"url":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/author\/admalhadi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1184","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1184"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1184\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1186,"href":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1184\/revisions\/1186"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1185"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1184"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1184"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ppm.alhadi.or.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1184"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}