
PPM.ALHADI–Syaikh ‘Abd al-Qadir al-Jilani merupakan seorang ulama besar sekaligus sufi yang dijuluki sebagai Sulṭān al-Awliyā’ dan Qutb al-Awliyā’ . Dalam Karya monumentalnya, Al-Ghunyah li Ṭālibī Ṭarīq al-Ḥaqq , beliau secara khusus menyajikan pembahasan mengenai keutamaan-keutamaan hari Asyura.
Salah satu poin utama yang disoroti adalah fadilah atau keutamaan berpuasa pada hari tersebut. sebagaimana termaktub dalam sabda Rasulullah SAW berikut:
وعن أبي هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أفضل صيام بعد شهر رمضان شهر الله المحرم، وأفضل الصلاة بعد المفروضة وفي جوف الليل
(صحيح مسلم ١٩٨٢)
Artinya: “Dari Abu Hurairah R.A ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Puasa yang paling utama setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram, Dan salat yang paling utama setelah salat fardhu adalah salat di tengah malam” (H.R. Muslim No. 1982).
Dalam kitab tersebut, Syaikh ‘Abd al-Qadir al-Jilani turut memaparkan perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai asal-usul penamaan hari Asyura. Sebagian ulama berpendapat bahwa istilah Asyura merujuk pada hari kesepuluh dari bulan Muharram.
Di sisi lain, terdapat pendapat yang menyatakan bahwa penamaan tersebut didasarkan pada sepuluh kemuliaan (karamat) yang dianugerahkan Allah SWT kepada umat ini pada hari tersebut. Berikut adalah sepuluh kemuliaan yang dimaksud:
- Bulan Rajab yaitu bulan Allah SWT yang disebut Al-Asham, dan Allah SWT menjadikannya sebagai kemuliaan bagi umat ini dan keutamaannya atas bulan-bulan lain ibarat keutamaan umat ini atas umat-umat lainnya.
- Bulan Sya’ban, keutamaannya atas bulan-bulan lain ibarat keutamaan Nabi SAW atas para Nabi lainnya.
- Bulan Ramadan, keutamaannya atas bulan-bulan lain ibarat keutamaan Allah SWT atas makhluknya.
- Lailatul Qadr, yang keutamaannya lebih baik dari seribu bulan.
- Hari Raya Idul Fitri, sebagai momen penerimaan pahala yang paling sempurna bagi mereka yang telah menuntaskan puasa Ramadhan.
- Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, yang merupakan waktu utama untuk memperbanyak zikir kepada Allah SWT.
- Hari Arafah, bagi yang berpuasa di dalamnya akan mendapatkan ampunan dosa selama dua tahun.
- Hari Raya Idul Adha yaitu hari pelaksanaan kurban.
- Hari Jum’at, merupakan sayyidul ayyam (penghulu dari segala hari)
- Hari Asyura, bagi yang berpuasa di dalamnya akan mendapatkan ampunan dosa selama satu tahun.
Setiap waktu dari hari-hari istimewa ini merupakan kemuliaan yang Allah SWT anugerahkan kepada hambanya sebagai sarana penghapus dosa dan penyucian diri dari kesalahan.
Pendapat lain juga menjelaskan bahwa hal tersebut didasari oleh sepuluh peristiwa mulia yang dialami oleh para nabi pada hari tersebut:
- Allah SWT menerima taubat Nabi Adam ‘alaihis salam pada hari itu.
- Allah SWT mengangkat Nabi Idris ‘alaihis salam ke tempat yang tinggi pada hari itu.
- Bahtera Nabi Nuh ‘alaihis salam berlabuh di atas Gunung Judi pada hari itu
- Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dilahirkan pada hari itu, Allah SWT menjadikannya kekasih ( khalil ), dan menyelamatkannya dari api Namrud.
- Allah SWT menerima taubat Nabi Daud ‘alaihis salam dan mengembalikan kerajaan kepada Nabi Sulaiman ‘alaihis salam pada hari itu.
- Allah SWT menghilangkan penyakit Nabi Ayyub ‘alaihis salam pada hari itu.
- Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa ‘alaihis salam dari laut dan menenggelamkan Firaun di laut pada hari itu.
- Allah SWT menyelamatkan Nabi Yunus ‘alaihis salam dari perut ikan paus pada hari itu.
- Allah SWT mengangkat Nabi Isa ‘alaihis salam ke langit pada hari itu.
- Pada hari itu Nabi Muhammad SAW dilahirkan
Dari paparan Syaikh ‘Abd al-Qadir tersebut, kita dapat menarik benang merah bahwa hari Asyura bukan sekadar seremoni ritual belaka. Rentetan peristiwa yang dialami oleh para nabi mulai dari taubatnya Nabi Adam hingga kelahiran Nabi Muhammad SAW menunjukkan pola ilahiah bahwa setiap kesulitan selalu berakhir dengan pertolongan Allah.
Dengan demikian, puasa Asyura yang kita jalankan hari ini semestinya tidak hanya bertujuan menggugurkan dosa setahun, tetapi juga menjadi momen untuk memperbarui optimisme spiritual kita, sebagaimana para nabi yang telah membuktikan kekuatan doa dan kesabaran di hari yang mulia tersebut.
