
PPM.ALHADI–Yogyakarta – Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Al-Hadi Yogyakarta kembali mengukuhkan posisinya sebagai pusat kajian keilmuan yang progresif dengan menerima kunjungan kehormatan dari ulama internasional, Dr. Yasir bin Salim Asy-Syuhairi.
Pendiri (Muassis) Ma’had Darul Hadits Lil Irtsin Nabawi tersebut hadir menyapa seluruh santri dan civitas pesantren di Pendopo Sholawat PPM Al-Hadi pada Sabtu, 11 Juli 2026, dalam sebuah agenda silaturahmi yang penuh hikmah.
Kegiatan yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB ini dibuka secara resmi oleh pembawa acara, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Pengasuh PPM Al-Hadi, Abah Anis Mashduqi. Dalam arahannya, Abah Anis menyampaikan bahwa kehadiran Dr. Yasir merupakan berkah yang tak terhingga bagi pesantren sekaligus momentum berharga bagi para santri untuk menyerap sanad keilmuan langsung dari pakarnya.
Beliau berharap kunjungan ini mampu memacu semangat santri dalam meningkatkan literasi keislaman, khususnya di bidang hadits, serta mengimplementasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari.
Memasuki sesi pemaparan materi, Dr. Yasir bin Salim Asy-Syuhairi membedah tema “Hadits sebagai Pengalaman yang Hidup” atau Hayyatan ka-tajrubatin al-hadits. Dengan gaya penyampaian yang menyejukkan, beliau menegaskan bahwa ilmu hadits tidak semestinya hanya menjadi komoditas teks atau hafalan semata, melainkan harus terintegrasi menjadi napas dalam perilaku keseharian seorang Muslim.
Beliau juga memberikan penekanan khusus pada urgensi etika dan adab dalam mengamalkan rukun Islam. Menurut beliau, ibadah yang dilakukan tanpa adab yang luhur akan kehilangan esensi spiritualnya, sehingga setiap amalan harus mampu memancarkan akhlakul karimah yang selaras dengan ajaran Rasulullah SAW.




Puncak kekhidmatan pertemuan ini terasa ketika Dr. Yasir memberikan ijazah Hadis Musalsal bil Awwaliyah, sebuah tradisi sanad yang sangat sakral di mana guru membekali muridnya dengan hadis pertama yang pernah ia dengar dari gurunya.
Dengan penuh ketulusan, beliau membacakan hadis yang berbunyi, “Irhamuu man fil ardhi yarhamkum man fis samaa'” yang berarti, “Sayangilah makhluk yang ada di bumi, maka niscaya Dzat yang ada di langit akan menyayangimu.” Pemberian ijazah ini menjadi wasiat kasih sayang yang menegaskan bahwa fondasi utama dalam mempelajari dan mengamalkan ajaran Islam haruslah berlandaskan pada rasa cinta dan empati kepada sesama.
Antusiasme para santri semakin hidup saat sesi tanya jawab berlangsung. Banyak pertanyaan kritis yang diajukan, mulai dari metode pemahaman hadits dalam konteks fikih hingga cara mengatasi problematika status sahabat sebagai perawi adil, yang semuanya ditanggapi Dr. Yasir dengan lugas, filosofis, dan relevan dengan realitas mahasiswa.
Suasana hangat dan penuh inspirasi ini mencerminkan komitmen PPM Al-Hadi untuk terus menghadirkan pendidikan bertaraf global yang mengedepankan ketajaman intelektual sekaligus kecerdasan spiritual.
Pihak pesantren optimis bahwa silaturahmi ini akan membuka pintu kerja sama yang lebih luas di masa depan, sekaligus membumikan nilai-nilai hadits agar menjadi pedoman yang hidup bagi santri dalam menghadapi kompleksitas zaman.
Bagi masyarakat maupun keluarga santri yang ingin melihat dokumentasi dan rangkuman kegiatan secara lebih lengkap, dapat mengakses informasi tersebut melalui akun Instagram resmi @ppm_alhadi maupun situs web ppm.alhadi.or.id.
