Day 1 of Journey to Jabar: Dari Sowan kepada Bu Nyai hingga Ziarah di Banten

  • Rabu, 28 Oktober 2026
  • 4 views

PPM.ALHADI–Sowan kepada Bu Nyai Umamah Dimyati di kediamannya pada Kamis sore, 22 Oktober 2026, mengawali rangkaian rihlah “ Journey to Jabar ” Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Al-Hadi Yogyakarta. Agenda sowan berlangsung pukul 16.00 hingga 17.30. Dengan menempatkan agenda ini di awal kegiatan, PPM Al-Hadi menegaskan komitmennya untuk mempererat ukhuwah.

Rihlah ini mengajak santri untuk menikmati pengalaman baru sekaligus menjaga hubungan kekeluargaan. Penyegaran dari rutinitas sehari-hari berjalan selaras dengan tujuan pendidikan dan penguatan spiritual, termasuk menumbuhkan rasa syukur serta keimanan kepada Allah SWT melalui tadabbur alam.

Setelah bersilaturahmi, para santri melanjutkan rangkaian kegiatan dengan berziarah ke makam muassis (pendiri) pondok setelah salat Magrib. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk berdoa dan menyampaikan penghormatan kepada keluarga dan pendiri pondok sebelum rombongan memulai perjalanan jauh. Silaturahmi dan ziarah merupakan dua kegiatan pembuka yang menegaskan orientasi rihlah, yakni menanamkan nilai-nilai silaturahmi, ibadah, dan pembelajaran melalui pengalaman bersama di luar lingkungan pesantren.

Pada malam hari, para santri berkumpul di pendopo untuk mengikuti pengarahan, berfoto, dan berdoa sebelum naik bus, serta melakukan pemeriksaan kehadiran. Pada Jumat dini hari, 23 Oktober 2026, rombongan berangkat menuju Pondok Pesantren Al-Ma’arif. Dalam perjalanan panjang, para santri beristirahat dan beribadah sebagai jeda untuk mempersiapkan kunjungan berikutnya. Rombongan singgah di Rest Area Heritage KM 260 B dan Rest Area KM 19 B Bekasi untuk beristirahat, salat Subuh, dan membersihkan diri.

Pada siang hari menjelang sore, sekitar pukul 14.00, rombongan memulai agenda kunjungan ke Pondok Pesantren Al-Ma’arif, Banten. Rangkaian kegiatan diawali dengan makan bersama serta salat jamak takdim Zuhur dan Asar, kemudian dilanjutkan dengan bersilaturahmi kepada pengasuh pesantren, K.H. Edi Sumardi. Beliau menyambut kedatangan rombongan dengan mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh seluruh santri dan rombongan tamu. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan:

Kehadiran seorang santri bukan sekadar kunjungan, melainkan kemuliaan bagi santri lainnya. Ia membawa semangat, menumbuhkan motivasi, dan menghidupkan kembali nilai persaudaraan

K.H. Edi Sumardi

Pesan tersebut memberikan makna yang lebih mendalam bagi kunjungan ke Al-Ma’arif. Kehadiran para santri menjadi kesempatan untuk saling mengenal dan mempererat hubungan antarpesantren. Dalam pesannya, K.H. Edi Sumardi juga menekankan pentingnya kedekatan hati dalam silaturahmi. “Sebab, silaturahmi bukan hanya tentang mempertemukan langkah, tetapi juga menyambungkan hati dan menghadirkan keberkahan,” ujarnya.

Abah Anis turut menyampaikan sambutan. Salah satu pernyataan beliau adalah, ”Rihlah (perjalanan) bukan hanya perjalanan fisik yang membawa kita dari satu tempat ke tempat lain. Lebih dari itu, ada perjalanan ruh, perjalanan jiwa, dan rihlatul hayyah (perjalanan kehidupan) yang akan kita tempuh sepanjang usia.”

Sekitar pukul 18.00, rombongan berangkat menuju Makam Sultan Hasanuddin di Banten. Setibanya di kawasan makam sekitar pukul 20.00, peserta mengawali kegiatan dengan salat jamak takdim Magrib dan Isya. Rangkaian kemudian berlanjut dengan ziarah. Setelah menjalani perjalanan dan pertemuan sepanjang hari, peserta kembali memperoleh ruang untuk berdoa serta melakukan perenungan. Agenda ini melengkapi pengalaman rihlah dengan kegiatan keagamaan yang sejak awal menjadi bagian dari tujuan perjalanan.

Menjelang pukul 22.30, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pondok Pesantren Al Istiqlaliyah untuk mengikuti rangkaian kegiatan selanjutnya. Perjalanan tersebut berlangsung hingga dini hari pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Dengan demikian, agenda kunjungan hari pertama di Banten telah berakhir, dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju destinasi berikutnya.

Diawali dengan kunjungan kepada Bu Nyai Umamah Dimyati, silaturahmi di Al-Ma’arif, hingga ziarah ke Banten, PPM Al-Hadi menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang memadukan unsur pendidikan, ibadah, dan kebersamaan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, bukan sekadar menjadi penyegaran setelah menjalani rutinitas sehari-hari. Rihlah ini juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan rasa syukur, mempererat hubungan antarsantri, serta mengamalkan nilai-nilai persaudaraan dalam kehidupan pesantren setelah perjalanan ini berakhir.

Oleh: PPM Alhadi

Admin Pesantren Pelajar dan Mahasiswa Al-Hadi, Arumdalu, Krapyak Wetan, RT 08, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY

Hubungi Kami

Hubungi Kami jika Anda membutuhkan bantuan, atau informasi seputar PPM Al-Hadi, Kami akan dengan senang hati membantu Anda